Wednesday, March 31, 2010

Allah Knows


When you feel all alone in this world
And there's nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

No matter what, inside or out
There's one thing of which there's no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows

Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows

song by Zain Bhikha

Tuesday, March 02, 2010

Little sister of mine


Dia suka buat suara kartun setiap kali menjawab panggilan saya. Dia tak pernah tolak permintaan saya bila saya minta dia urutkan tangan dan kaki saya yang selalu kebas bila bercuti di rumah. Dia jarang melawan cakap saya, taat dan mendengar kata. Dia cantik dan menawan. Dia sopan, menjaga aurat, menjaga solat lima waktunya. Dia bijak, sentiasa skor dalam peperiksaannya. Dia adik saya.

Wan Nurhazrina Wan Hasan. Namanya dipilih oleh ibu sebagai Wan Norhazrin. Tapi saya berkeras pada ayah yang mengisi borang daftar kelahiran untuk mengejanya sebagai Wan Nurhazrina. Alasannya, Nur lebih baik daripada Nor. Dan A dihujung nama supaya nama saya dan nama adik ini akan sekata. Dia satu-satunya anak dalam keluarga Wan Hasan yang lahir di Selangor, tadika di Selangor, bersekolah di Selangor. Dia anak selangor jati. Tapi rasanya bukan penyokong Selangor.

Lahir pada 3 Mac 1996, waktu itu saya sudah darjah 4. Saya ingat lagi, waktu itu waktu isyak. Ibu saya menjerit dari dalam kamar kecil. Ayah sedang berjemaah di surau tak jauh dari rumah kami. Saya tinggalkan ibu dengan adik lelaki di rumah, berlari pantas ke surau untuk memanggil ayah. Ayah sedang solat. Menunggu seketika di beranda surau. Selesai imam memberi salam, saya panggil ayah. Saya khabarkan padanya, ibu mahu bersalin. Ayah memimpin tangan saya. Berlari menuju ke rumah. Ayah pimpin ibu masuk ke dalam kereta. Ayah pandu dengan laju, tetapi cermat menuju ke Hospital Ampang Puteri, hospital yang terdekat dengan rumah kami waktu itu.

Misi berikan ibu kerusi roda. Ayah hubungi Wak Rahman, jiran kami yang pernah mengasuh saya dan abang ketika saya masih tadika. Wak ambil saya dan adik lelaki untuk dibawa pulang ke rumah. Malam itu, adik lelaki yang berumur 3 tahun tidur bersama saya. Ayah menemani ibu di wad. Bayi dalam kandungan ibu tidak mahu keluar sedangkan ibu sudah kesakitan.

Dia membesar dengan penuh kasih sayang. Dia bayi yang cantik. Manja, sangat manja. Dia bagaikan mengetahui dirinya akan menjadi anak bongsu. Saya tak dapat nafikan, saya selalu mencemburui dirinya dulu. Perhatian ayah dan ibu tertumpah padanya. Abang jauh waktu itu. Kami berpindah ke Rawang dan abang bersekolah asrama di Kajang. Akibatnya, saya tidak rapat dengan keluarga. Saya merasakan ayah dan ibu hanya mengasihi adik-adik, dan saya tiada tempat dalam keluarga itu.

Keadaan berubah saat saya menjejakkan kaki ke Matrikulasi. Saya ingat lagi pada hari saya harus pergi. Saya ucapkan selamat tinggal pada adik. Saya katakan padanya, selepas ini tiada lagi orang untuk dijadikan temannya berkelahi. Dia menangis. Dan saat itu saya sedar, betapa saya kasih amat pada dirinya.


Hari ini dia sudah menjadi gadis remaja. Selamat hari lahir, adik. Kakak doakan agar adik menjadi gadis solehah, yang bijak, yang santun, anak yang baik, yang selalu berbakti untuk mama dan abah.