Saya sedang berperang dengan diri sendiri. Akal sedang berperang dengan hati. Mata sedang berperang dengan telinga. Jiwa sedang berperang dengan iman. Jasad sedang berperang dengan rohani. Cinta sedang berperang dengan benci. Bidalan Melayu ada berkata, bersatu teguh bercerai roboh. Nak bagi berdamai semula, pasang lagu M.Nasir sekejap. Lama dah tak dengar puisi-puisi Sifu. Sesekali mendamaikan seorang wanneeza dengan lagu puisi yang abstrak. Mendamaikan dan menaikkan semangat kembali. Yah! Akal, hati, mata, telinga, jiwa, iman, jasad dan rohani, mari berdamai. Kita mahu berperang dengan peperangan yang lebih hebat lagi nanti! Ayuh!
Bila Rumi Menari
Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan
Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi
Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta
Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu
Sayang... pada mereka yang tak mengerti
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari
Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi
ps: nak bertemu impian memang tak percuma. mesti ada cinta yang perlu dikorbankan. biasalah.




