Showing posts with label inside me. Show all posts
Showing posts with label inside me. Show all posts

Saturday, April 02, 2016

Chicken pox

Assalamualaikum. 

Okay. 
This is embarrassing. 
Yet painful. 

Drama sangat! Setahun tak tulis apa-apa, tiba-tiba keluar entri pasal chicken pox.

Virus varicella zoster tak segan-segan datang menjenguk saya. Semua orang tanya macam mana boleh kena. Selain daripada meyakini virus tersebut diutus sebagai penggugur dosa, saya pun tak pasti daripada mana, siapa dan bila saya mula dijangkiti. Tapi saya perlu akui, Dua minggu lalu fizikal saya terlalu letih. Mungkin waktu itu antibodi badan turun mendadak dan virus pun mula mengembang biak. Saya tanyakan pada doktor di Pusat Sejahtera USM. Katanya saya kes pertama untuk tempoh terdekat ini.

Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” 
(HR. Bukhari dan Muslim) 

Kawan saya ada tanyakan macam mana rasa sakitnya chicken pox sebab dia kena waktu kecil. Jadi dah tak ingat. Saya rasa pengalaman dan rasa ada perbezaan antara satu sama lain. Abang saya sendiri waktu dijangkiti virus ini bersekali dengan demam yang sangat panas. Katanya, sampai minta maaf dengan ibu. Bimbang ajal sampai waktu sedang tidur. Beza pula dengan seorang kenalan yang chicken pox cuma pada luaran, tidak diikuti dengan demam panas. Pengalaman saya sendiri, chicken pox ni macam gabungan chicken pox + migraine + demam + gastritis + tekanan darah rendah. Sudahnya, terlantarlah saya sepanjang tempoh cuti sakit yang doktor bagi.


Tapi saya salute sungguh-sungguh pada dua housemate yang sangat baik hati menjaga, memasak dan memantau keadaan saya sepanjang saya sakit. Pagi-pagi sebelum pergi kerja, mereka masakkan makanan untuk saya. Carikan daun mambu (semambu @ neem - ada dalam USM) untuk mandi dan air kelapa untuk minum. Belikan stok roti. Tak berkira langsung. Malah risau nak tinggalkan saya sendirian di perantauan ni. Terima kasih sangat-sangat. Mereka pelik kenapa saya tak mahu pulang ke rumah keluarga. Jawapannya mudah. Saya tak mampu harungi perjalanan lama dalam kenderaan. Bila darah rendah ni, bukan saja dunia terasa bergoyang. Ada juga rasa loya dan mungkin akan muntah. Penah rasa mabuk laut? Lebih kurang begitulah rasanya.

Alhamdulillah, hari ini dah makin pulih. Dah tak demam, masih rasa loya bila makan tapi tak terasa sakit macam gastritis. Suhu badan pun ok. Darah mungkin masih rendah sebab masa tengah taip ni pun rasa dunia sedang bergoyang menari sumbang. Okay, bukan dunia. Pandangan saya yang bergoyang. Dan chicken pox ini, tak tahu lah bila akan pulih. Harap-harap cepat. Banyak tugas tergendala. 

Tapi tak apa, sakit juga satu nikmat, bukan?

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”
 [Surah Asy Syu’ara: 80]

Alhamdulillah.

ps: Blog ni dah nak 8 tahun! Saya decide nak kekalkan gaya menulis. Sesuai dengan matlamat blog ni: bukan blog akademik. InsyaAllah, kalau ada yang minat untuk baca pemikiran yang lebih serius, dengan bahasa yang menepati Gaya Dewan, nanti saya maklumkan tentang blog baru. Sedang dalam pembinaan. Under construction dah setengah tahun. Tak siap-siap juga.

Monday, August 26, 2013

Rabbi

Ya Bari'
Engkaulah Yang Maha Menjadikan
Aku sebagai aku
Rezeki
Takdir
Hidup
Matiku

Ya Qahhar
Engkaulah Yang Maha Menentukan
Kakiku
Bakal melangkah ke mana
Mulutku
Menuturkan apa
Telingaku
Mendengar bicara alam
Mataku
Melihat sempurnanya Engkau
Hiduku
Menghirup sebuah kehidupan

Ya Fattah
Engkau pembuka jalan hidupku

Ya Basit
Engkaulah yang sentiasa melimpahkan nikmat
Pada aku yang ghaflah

Allahu rabbi
Engkaulah Rab
Yang meng-ada-kan aku di sini

Dalam dosa penuh jijik
Engkau Ar-Rauf
Memandangku penuh belas

Ya Wadud
Engkaulah Yang Maha Mengasihani
Dengan sifat Ar-Rasyid Mu
Memberi petunjuk
Pada tatih goyahku

Izinkanlah aku untuk teguh
Seperti sifat Al-Matin Mu
Agar dapat aku bertemu-Mu
Dengan wajah tersenyum.

haniza
kutubkhanah

Thursday, March 21, 2013

Cukuplah Allah

2:277

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan solat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [Al-Baqarah, 2:277]

5:69

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [Al-Maidah, 5:69]

6:48

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. [Al-Anam, 6:48]

4:81

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. [An-Nisa', 4:81]

Terima kasih, Guru.

Tuesday, February 05, 2013

Gelemat



Kelam
Lautan gelita terbentang luas
Ada bintang berbaris tiga
Tegak menyusur pusat sembahan
Kelam
Celik dalam kegelapan
Indah dalam hitam yang pekat
Tunduk dalam kemegahan
Kelam
Kau terasa dekat
Cinta terasa mekar
Harum memenuhi tenggorokan
Kelam
Hati terasa penuh
Pundak terasa ringan
Belikat terasa lapang
Sulbi terasa teguh
Kelam...
Damai memenuhi ku
Dalam pelukan agung.

Haniza Hasan
12.00 p.m
Pondok Ilmu

Wednesday, January 23, 2013

Belajarlah

"Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh" 
[al-Baqarah, 2:67]

Monday, December 31, 2012

Post akhir tahun

Assalamualaikum

Alhamdulillah, dah lebih sebulan kita merasa hidup dalam tahun 1434 Hijrah (17 Safar). Dan hari ini kita dah berada pada hari terakhir untuk tahun Masihi. Sekejapnya masa berlalu kan. Sampai ada pepatah Arab kata, "Masa itu seperti pedang, jika kamu tidak memotongnya nescaya ia akan memotong kamu." Oh ~ tiba-tiba rasa macam kena penggal je.

2012 terasa macam satu mimpi. Mimpi ngeri yang buat tidur jadi tak berapa nak nyenyak. Mimpi ngeri yang buat pagi terasa lelah dan tidak damai. Tapi anehnya, mimpi-mimpi ngeri itu tak menakutkan. Begitulah perasaan saya tentang 2012. Mungkin sebab Allah dah beri kekuatan dan keberanian untuk berdepan dengan mimpi-mimpi yang tak best tu. Mungkin juga sebab semuanya datang bertubi-tubi. Sampai dah tak rasa apa-apa. Kata pepatah Melayu, "Alah bisa tegal biasa". Tapi kan, kadang-kadang rasa juga penat tu. Penat sampai rasa mahu jadi batu atau pokok atau apa-apa aja yang tak memerlukan berfikir. Tapi Alhamdulillah, Allah jadikan saya (dan kita semua) sebagai manusia yang penuh dengan peluang dan kesempatan untuk pilih bagaimana kita mahu hidup.

2013, rasa letih dan teruja berbaur dan bertingkah. Saya tinggalkan 2012 ini dengan pesanan buat diri sendiri - menjadi seorang Muslim adalah pilihan saya dan tak ada apa lagi yang saya mahu jadi. Alhamdulillah, terima kasih Allah.

 
Alhamdulillah - Dawud Wharnsby Ali

I'm just a rock, and everyday I sit and watch the sky
I sleep here in the sun and rain, and do not question why
I don't want to be a bird, 'cause as rocks we're never meant to fly
But you can sit and rest on me when you pass by
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a rock
And that is all Allah asks of me
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a Muslim
And there's nothing else I'd rather be

I'm just a tree and this is the only life I'll ever know
I'll bow my bows and worship whenever I feel the wind blow
And my purpose in life is to grow and Allah says grow
And be a home for the birds and shade for folks below
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a tree
And that is all Allah asks of me
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a Muslim
And there's nothing else I'd rather be

I'm just a person and my life is full of opportunity
I can travel through the world, over land and over sea
But will I choose the path of Truth, or a path to misguide me?
Sometimes I wish I had a simple life, just like a rock or a tree
But Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a person
And Allah has given me a choice that's free

So, Alhamdulillah - I choose to be a Muslim
And there's nothing else I'd rather be
No, there's nothing else I'd rather be

Friday, November 02, 2012

Berjalan Tanpa Henti

Bagaikan jauh jalan yang kutempuh
Langkah demi langkah akan kugagah
Hari demi hari berjalan tanpa henti
Yakinku ada sinar yang menentu
Kalau dah bertemu arah
Yakin penuh pasrah
PadaNya Yang Kuasa dikau berserah
Jika kau rebah jika kau kalah
Bersaksilah rahmatNya akan terserlah
Segala kepahitan segala keperitan
Terima bagai penghapus dosa
Malang yang menimpa duka yang melara
Mungkin di baliknya ada bahagia
Jangan jangan berputus asa
Dari rahmat Yang Maha Esa
Jangan jangan kita lupa
Ujian lumrahnya dunia 

-song by Devotees-

Thursday, November 01, 2012

Resam Berjuang

"Berjuang menempah susah
Menanggung derita menongkah fitnah
Berjuang tak pernah senang
Ombak derita tiada henti
Tenang resah silih berganti
Inilah sunnah orang berjuang"
- Sunnah Orang Berjuang, Hijjaz

Oktober telah pun berlalu. Bulan kesukaan saya dalam kalendar Masihi. Tapi tahun ini Oktober sangat mencabar buat saya. Dari emosi, fizikal, mental malah spiritual saya sendiri.

Awal Oktober yang lalu saya genap berusia 26 tahun. Dan saya juga sudah 26 bulan menjadi pelajar Ph.D. Sepanjang 26 bulan ini saya sukar sekali untuk merasakan bahawa saya sedang berjuang. Betul, kajian saya tentang Islam. Semua orang kata, belajar itu jihad. Tambah-tambah lagi kalau tentang Islam. Saya tahu, tapi saya tak merasakannya di dalam hati. Macam mana nak explain ya. Hm..macam makan oat dengan air panas kosong. Kita tahu berkhasiat tapi tak ada rasa. 

Alhamdulillah, Allah anugerahkan saya seorang sahabat di luar linkungan akademik. Maklum, bila kita sentiasa berada dengan rakan-rakan seangkatan, fikiran kita cuma fikir dalam satu corak, satu pattern. Saya jadi kurang empathy dan kurang peduli tentang dunia dan warganya. Bagi saya, masalah saya sendiri sudah banyak tambah lagi dengan tesis dan segala macam kertas kerja yang perlu diselesaikan. Perkara lain semuanya titik-bengik yang cuma memberatkan otak.

Tapi saya silap. Sahabat saya buat saya berfikir dengan bertanya pada saya, 
"Niza, cuba kau bagi tahu aku, kenapa kau buat Ph.D?"
Saya senyap dan saya tiada jawapan. Malam itu saya muntah teruk dan demam keesokannya. Terlantar dan tidak mampu bangun. Saat itu, terasa seperti sudah tiba masa untuk saya menghadap Dia. Ironinya, saat itu juga saya sedar kenapa saya perlu selesaikan Ph.D. Saya rasakan dalam hati bahawa ini adalah wadah yang Allah sediakan untuk saya berjuang. Bukan untuk gelar Dr. pada pangkal nama, bukan pada jawatan pensyarah yang bakal disandang selepas tamat belajar. Pertama kali setelah dewasa, saya benar-benar terasa mahu hidup dan mahu berjuang.

 Prof. Roshada, Dekan Institut Pengajian Siswazah USM

Sembuh dari demam, saya dipanggil untuk bengkel Ph.D GOT (graduate on time) It oleh Big Boss, KPT. Teruk juga lah ditegur dan disental oleh wakil KPT akibat sikap kami, pemegang biasiswa yang susah betul nak habis belajar tepat waktu dibanding dengan pelajar tajaan lain. Dalam bengkel ini juga saya sedar benar-benar tentang perjuangan saya. Kata Prof Roshada, Dekan IPS USM, "Allow your self to be trained to be someone that can inspire your student". Saya ternampak wajah guru saya. Ya, saya masuk bidang ini salah satu sebabnya kerana terinspirasi dengan guru saya. Kata Prof Roshada lagi, kalau kami semua (calon-calon Ph.D yang tak siap-siap ni) rosak (rotten), kesannya pada generasi akan datang. Makin rosak, dan semakin rosak. Domino effect. Saya tak mahu generasi muslim akan datang rosak. Saya tak mahu menjadi penyumbang kerosakan ummah.
 
Slide daripada Prof. Chan Lai Keng

Belum sempat selesai berbengkel dengan KPT, saya bergegas pula ke Kuala Lumpur untuk konvensyen dua hari. Saya bertemu dengan orang-orang hebat dalam dunia akademik Malaysia. Belajar banyak tentang keibu bapaan (walaupun konvensyen tentang kepimpinan).

 Sidang pleno

Melalui konvensyen itu saya memahami tentang kepentingan institusi keluarga. Semuanya bermula dengan individu. Kemudian membentuk keluaga. Daripada keluarga akan lahir masyarakat dan seterusnya warga sesebuah negara. Pada akhir konvensyen, saya buat kesimpulan pentingnya agama dalam diri manusia. Kan Allah ada berfirman yang maksudnya:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
Al-Ankabut, 29:45

Tapi, solat saja tak guna juga kalau tak rasa dalam hati. Kosong. Sebab Allah ada firmankan lagi yang bermaksud:
Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. 
Al-Baqarah, 2:45-46

Bersama Profesor Ulung Datuk Dr Shamsul Amri Baharuddin dan Lenny

Pulang ke Penang saya bertungkus lumus pula dengan kertas kerja untuk seminar. Satu di USM dan satu lagi di luar negara. Saya perah otak sungguh-sungguh. Kemudian Aidiladha tiba, saya sambut pagi Aidiladha bersama jiran sebelah dari Sarawak di Masjid USM. Petangnya baru saya ke Kedah untuk bersama keluarga sebelah ibu. Dua malam di Kedah, pulang ke Penang saya demam lagi. Dalam keadaan demam gagahkan juga untuk uruskan hal-hal penerbangan saya untuk seminar di negara jiran. Sempat juga mencelah masuk dan mendengar pembentangan dalam seminar di USM dan membentangkan kertas kerja saya sendiri.

Dekan PPSains Kemasyarakatan USM - Penutup INGRAW2012, 31 Oktober 2012

Allahuakbar, sungguh terasa letih. Urusan saya masih belum selesai lagi. Semoga Allah permudahkan semuanya. Allah kan Maha Berkuasa. 

Maaflah saya mengadu di sini. Saya berimpian untuk menjadi pejuang. Tapi iman dan ilmu saya cuma sebesar biji sawi. Mungkin inilah caranya untuk iman dan ilmu itu berkembang lebih baik dalam diri saya. Supaya boleh diamalkan kelak.

ps: kutip semangat Tun Fatimah


Monday, May 21, 2012

Trials Of Life

My life is not the same 
When I’m too concerned by what they say 
Why should I? When I have you 
To doubt you would be the worst mistake 

Deep inside I know 
That amidst all the darkness 
And everything, which makes no sense

I know that you exist 
You are the light 
That guides me through my darkest nights 
That shows me right from wrong in life 
In a world that often lies 
Cause I don’t need anyone 
Nor anything in life 
But You 

No I don’t need anyone 
To show me my way 
No I don’t need anyone 
But You 

Trials of life upon me 
Are more precious than diamonds and gold 
Tested with fire I may be 
But I know I’ll come out stronger in this world 

I only want the things 
You know is best for me 
I’d gladly sacrifice 
If that’s what you decree 
I would break and 
Mourn in eternity 
Perish into the sea 
If that’s what you want for me

song by Sami Yusuf

Saturday, September 17, 2011

Rayuan hamba

رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً
Rabbi zidni 'ilman war zuqni fahman
O Allah! Advance me in Knowledge and true understanding

source: Muslim Student Organization, University of Missouri

Wednesday, August 17, 2011

Versus

Kalau awak tahu susahnya melawan hati
Kalau awak tahu payahnya melawan keinginan diri sendiri
Kalau awak tahu betapa sesekali saya teringin buat U turn
Kalau awak tahu deritanya bila kaki kanan mahu ke Barat dan kaki kiri mahu ke Timur

Bukan mudah melawan diri, melawan kehendak, kemahuan hati. Bukan mudah untuk berubah menjadi baik. Selepas jadi baik, lebih sukar lagi untuk menjadi lebih baik. Bertambah-tambah sukar lagi untuk tetap istiqamah menjadi baik.

Setiap orang pasti mahu menjadi lebih baik. Baik yang macam mana? Terpulang kepada interpretasi masing-masing. Tapi, yang pastinya baik yang terbaik tentulah baik yang mengikut neraca Allah. Caranya tentulah berdasarkan al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. Tapi bukan mudah bukan?

Kalau dulu Linkin Park, Metallica, Mas Idayu, Sheila on 7, Jay Chou jadi halwa telinga. Bukan mudah nak tukar terus kepada bacaan 'Surat Cinta' oleh Said al-Ghamidi atau si cilik Ahmad Saud. Mungkin perlu transition kepada Raihan, Dawud Wharnsby Ali dan Maher Zain dulu.

Kalau dulu Cecilia Ahern, Sophie Kinsella dan J.K Rawling jadi peneman sebelum tidur, bukan mudah nak tukar terus kepada terjemahan al-Quran atau tafsir al-Azhar. Mungkin kena transition dengan majalah Solusi atau novel Kang Abik.

Kalau dulu skinny jean dengan baby-t jadi uniform harian, bukan mudah nak terus tukar dengan jubah dan tudung labuh. Mungkin kena transition dengan seluar dan blouse longgar dulu.

Dan semasa fasa transition tu, bukan senang nak cakap kat hati dan nafsu supaya sabar dan kuat. Bukan senang nak bagitahu kat iman supaya teguh dan selalu-selalulah bertambah, jangan berkurang.

Bila duduk seorang diri, bila tak ada orang yang kenal di kiri dan kanan, ada je yang berbisik, "Tak ada orang tahu kalau kau buat balik benda lama". Bukan mudah nak lawan bisikan tu. Bukan senang nak kata kat hati supaya sabar dan selalu ingat walaupun tak ada orang kenal kita, tapi Allah selalu ada. Malaikat yang dok catit pahala dan dosa pun ada.

Jadi kawan-kawan, kalau ada sesiapa yang anda kenali cuba untuk change for good, cuba untuk berubah menjadi yang lebih baik di sisi Allah, bantulah mereka. Bantulah supaya U-turn kepada fasa 'jahiliyah' tak berlaku. Janganlah diejek janganlah dihina. Janganlah ditambah susah pada hati yang dah sedia payah.


ps: Ya Allah, Ramadhan ini, Kau jadikanlah ia gerbang untukku berhijrah

Monday, December 06, 2010

Hijrah

Hari baru untuk tahun 1432 hijrah saya bermula dengan supervision bersama penyelia utama dan keluarganya serta penyelia bersama. Nasihat demi nasihat. Kata-kata semangat, dorongan dan peringatan.

Satu tahun telah berlalu dengan kegagalan. 1431 hijrah, saya rasa saya telah gagal. Sebagai seorang pelajar, sebagai seorang anak, sebagai seorang hamba, sebagai seorang khalifah. Saya gagal mengemudi diri sendiri. Langkah saya tersasar. Saya kabur dengan pesona kesenangan dan kenikmatan.

Mudahnya bercakap. Bila tengok semula entri-entri yang saya letakkan dalam blog ini, apakah saya melakukan setiap yang saya katakan? Adakah segala nasihat dan panduan yang tercatit dalam blog ini saya laksanakan? Maaf, saya manusia hina.

Belajar untuk apa? Baru beberapa hari lepas saya menulis entri itu dan hari ini, pada tahun baru ini saya tanyakan kembali kepada diri sendiri. Bagaimana niat saya? Bagaimana nawaitu saya?

Malam tahun baru ini, saya ingin gali semula azam yang pernah saya buat pada 2 tahun lepas ketika saya baru mula mengenal cinta kepada ilmu.

Astaghfirullah, ya Allah ampunkan hamba-Mu. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah..terima kasih Tuhan. Atas nikmat yang Kau berikan dan segala musibah yang Kau hindarkan. Alhamdulillah.

Salam maal hijrah. Selamat tahun baru hijrah!

Thursday, October 14, 2010

Bukan legasi ilalang

sawah bendang kini menjadi padang ilalang di Aceh

Padang ilalang
aku petik
biar jadi jambangan

Padang ilalang
bukan legasi hina
Jambangan mekar penebar jasa

Padang ilalang
lambang kecekalan dan ketabahan.

Tugu pejuang badai besar.

ps: pulang dari Aceh, aku belajar tentang ilalang!

Friday, September 24, 2010

Cinta


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat menghantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” - doa Nabi Daud a.s (HR Tirmidzi 3412).

Pelbagai kenikmatan yang Allah jadikan untuk hambanya. Nikmat memiliki keluarga. Nikmat punya tempat berteduh, nikmat makanan berulang kali dalam tempoh sehari. Nikmat belajar dan mendapatkan ilmu. Nikmat punya kenderaan dan pendapatan. Nikmat kesihatan dan kebebasan.

Pelbagai nikmat yang Allah berikan. Namun, saat Allah mengujimu dengan sedikit kesukaran, saat Allah mengujimu dengan mengambil secebis nikmat yang pernah Dia berikan kepadamu, kamu mengeluh. Kamu bersedih dan kamu bersangka buruk pada Allah.

Adakah cinta kita kepada kenikmatan yang Allah ciptakan itu lebih kita cintai dari pemilik segala kenikmatan itu sendiri?

Ya Allah, aku mohon untuk mencintaiMu sepenuh hatiku. Janganlah Engkau biarkan aku hanyut dengan nikmat yang Kau berikan.

Maha Suci Allah, segala puji bagiMu. Engkaulah Yang Maha Besar.

Terima kasih wahai Pemilik Cinta. Terima kasih wahai Pemilik Segala Nikmat. Alhamdulillah.

Wednesday, August 25, 2010

Jalan Yang Hilang 2: Kreatifnya Syaitan

Menurut Imam al-Ghazali, musuh seorang mukmin itu boleh dibahagi kepada 2 unsur: yang jelas kelihatan dan yang ghaib/tidak kelihatan. Yang boleh dilihat itu terdiri daripada golongan kafir yang mendatangkan ancaman, golongan munafik dan golongan yang hasad dan dengki. Manakala yang ghaib atau tak nampak dek mata itu terdiri daripada syaitan dan hawa nafsu kita sendiri.

Ok, saya bukan ahli tasawuf. Jauh sekali seorang ustazah. Cuma, saya terbaca tulisan Ustaz Pahrol di dalam blog beliau, Genta Rasa. Beliau menuliskan kisah seorang gadis yang diberi hidayah oleh Allah lantas berhijrah daripada kejahilan kepada kebenaran. Kalau dulu tidak bertudung, ia kemudian telah bertudung. Kalau dulu pakaiannya mencolok mata, kini longgar dan labuh. Kalau dulu tingkahnya bebas, ia kemudian menjaga laku. Tutur kata dijaga dan amalannya turut terpelihara.

Selang beberapa ketika, bertemu semula dengan gadis yang sama. Tudung yang dulu menutup aurat kini cuma menutup urat. Baju yang longgar makin ketat. Tutur dan tingkah berubah mesra dan manja (gedik?). Dan sebagainya. Ringkasnya, menurut pemahaman saya, si gadis yang dulu berhijrah dari buruk kepada baik kini berhijrah kembali dari baik kepada buruk.

Pernahkah anda merasakan hal seperti ini?

Bagi saya, ini bukan sekadar isu kelabuhan tudung. Jujur, saya juga berdepan dengan situasi ini. Bukannya melihat pada orang lain, tetapi diri sendiri!

Adakah ini hasil kreativiti syaitan atau kelemahan iman dan hawa nafsu sendiri?

Naudzubillah, saya dan semua muslimah saya yakin mahu sentiasa menjadi baik. Mahu sentiasa punya tingkat iman yang tinggi dengan tahap nafsu yang baik. Namun sebagai manusia, inilah kekurangan yang amat sukar di atasi. Iman yang jarang-jarang naik, tapi kerap pula turun. Yang naik cuma berdikit-dikit tapi turun umpama menuruni gelongsor air!

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." ali-Imran, 3:8

Saya amat berharap, agar Ramadhan ini menjadi satu laluan untuk saya berhijrah daripada keburukan kepada kebaikan. Doakan saya ya.

Sunday, May 16, 2010

Cikgu!


Semasa bergelar pelajar sekolah dulu, saya bukanlah pelajar yang baik. Masih saya ingat, semasa pelajar-pelajar yang bakal menduduki PMR perlu bersalaman dengan semua guru, guru Matematik yang pernah mengajar semasa tingkatan 1 menarik tangannya pantas, tidak mahu dicium. Bukan saya seorang yang diperlakukan begitu, rakan-rakan seangkatan yang sama nakal turut menghadapinya. Mujur juga, subjek tersebut dapat saya hadapi dengan baik ketika PMR. Mungkin itu kelebihannya bertukar guru setiap tahun. Buat salah pada satu guru, tahun seterusnya setelah sedikit matang, belajarlah dengan lebih baik.

Itu hanya secebis kecil fragmen dalam kehidupan saya dengan insan bernama guru. Sejujurnya, memang ada guru yang berjaya mencarik luka dalam hati saya. Namun, jutaan terima kasih juga buat mereka kerana luka itulah buat saya masih ingat mereka. Kerana luka itulah yang mengajar dan mendewasakan. Kini, saya percaya dan yakin kelukaan itu bukan sengaja diada-adakan. Pasti tujuannya untuk mendidik.

Tidak kurang juga guru-guru yang terlalu baik dan ajarannya sangat berkesan dan dekat dengan hati saya.

Sekolah Rendah
Ustazah Salwa yang mengajar alif ba ta hingga khatam al-Quran, yang selalu membacakan kisah-kisah sirah. Yang merawat luka ketika terjatuh saat bermain dengan rakan-rakan. Pn. Rohani, guru kelas 2 Anggerik (SKA) yang selalu percaya dengan anak didiknya yang walaupun berada di kelas terkebelakang masih boleh berjaya. Pn. Sarah, guru Matematik 6 Usaha kerana mengajarkan Matematik yang sangat indah dan tersusun.

Sekolah Menengah
Cikgu Rizal dan Cikgu Anwar yang pernah menjadi rebutan pelajar-pelajar 1 Amanah di SMKDAR (kerana mereka guru sandaran, baru tamat STPM ketika itu). Barangkali sudah jadi pegawai besar kini. Pn. Mazlah, guru Sains 2 Harapan (SEMEKAR) yang berjaya membuatkan saya memahami sifat cahaya dan lensa. Ustazah Wan Najibah (Pendidikan Islam, 2 Harapan, 3 Harapan, 4 Cekal) yang selalu bersabar dengan kerenah saya yang suka ponteng kelas PAFA dan melewatkan hafazan tetapi masih berani menjadikan saya sebagai wakil sekolah untuk Kuiz Agama Daerah Gombak. Pn. Kartini, (Matematik 3 Harapan) yang bersabar mengajar saya silibus tingkatan 1 hingga 3 dalam masa 1 tahun. En. Jamil (Sejarah, 3 Harapan & B. Melayu 4 Cekal) yang berjaya membuatkan saya berminat dengan Sejarah melalui kaedah berceritanya. Mr. Teh Tat Leong (Matematik Tambahan 4 & 5 Cekal) yang bersemangat dan tidak pernah malu menyatakan, "Saya baru belajar mencari formula menggunakan kalkulator," dan mengajarkannya kepada kami, yang selalu berusaha membumikan teorem dan fungsi Matematik kepada kehidupan sebenar, yang selalu menceriakan kelas dengan permainan Matematik dan hadiah-hadiah unik (paling best kalau dapat stem!), yang tidak pernah memandang warna kulit dan berjaya mendidik saya untuk biasa dengan DEADLINE! Pn. Azizah (B. Melayu 5 Cekal) yang memperkenalkan Faisal Tehrani dan Abdullah Hussein, yang membuatkan saya mencintai bahasa ibunda sendiri, yang selalu menceritakan pengalamannya ketika menuntut di USM (hingga saya terpengaruh untuk memilik KMPPinang untuk pra-u). Pn. Azean (B. Inggeris, 5 Cekal) yang membuatkan saya suka pada B. Inggeris dan mahu menggunakannya (B. Inggeris saya sungguh teruk sehingga membuatkan guru BI ketika Tingkatan 3 memanggil ayah saya kerana risau saya akan berjaya subjek lain tetapi gagal subjek tersebut).

Kolej Matrikulasi Pulau Pinang (KMPP) - H5P5
En. Azman (Biologi) yang selalu menunjukkan bukti kekuasaan Tuhan melalui kehidupan dan penciptaan makhluk-Nya. Pn. Jamaliah dan Pn. Nik (Matematik) yang selalu dedikasi tanpa mengira masa dan tak pernah jemu menghadapi pelajar yaang apabila diajar akan faham tetapi saat disuruh membuat tutorial, semuanya hilang. En. Rizal (BI) yang berjaya memaksa anak-anak Kelantan bertutur dalam BI.

USM - School of Biological Sciences
Dr. Rasyidah yang menarik minat saya untuk memilih Mikrobiologi sebagai major. Prof. Zubeir (kini Dato') yang meperkenalkan Biostatistik. Dr. Azizan (kini di UMK) dan Dr. Razif yang mengajar Microb's Physio dengan cara yang SANGAT unik! Dr. Joe (Tengku Sifzizul, kini di UMK) penasihat akademik dan pensyarah Immunologi yang selalu kata, "kenapa turun ni Wan?" saat pointer saya jatuh berturut-turut sejak semester 2 tahun 1. Dr. Amir yang menjadi penyelia latihan industri dan pensyarah Environmental Microbes yang selalu bersabar dengan ke-tidak-minat-an saya. Dr. Sudesh Kumar & Mr. Kesaven yang selalu membantu dan memberi tunjuk ajar sepanjang melakukan Projek Tahun Akhir dan memperkenalkan saya kepada journal akademik.

USM - ISDEV
Prof. Syukri yang percaya kepada saya. Dr. Fadzila Azni yang selalu berjaya mengesan perubahan emosi saya. Dr. Zahri, Dr. Zakaria yang mengajarkan kepentingan dan kelebihan muamalat Islam. Serta semua pensyarah di ISDEV, termasuk Doctoral Fellow dan penyelidik ISDEV yang selalu sudi berkongsi Ilmu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang kala kurang munasabah daripada saya. Juga buat Dr. Tajul dari Grad. School of Business yang mengajarkan tentang tekad dan kerja keras.

Terima kasih buat semua yang mendidik saya dari kecil hingga kini. Terima kasih, semoga Allah s.w.t sentiasa merahmati para guru saya.

Monday, April 26, 2010

Tanya Sama Itu Hud-hud

Tiba-tiba, kebelakangan ini saya ketagihan mendengar lagu-lagu M. Nasir. Muak barangkali dengan lirik mudah melankolis sama ada dalam aliran mainstream di radio mahupun nasyid-nasyid yang berbentuk pop.


Lantas saya mendownload dengan penuh jayanya lagu "Tanya sama itu hud-hud" ciptaan dan nyanyian M. Nasir. Ternyata, lagu tersebut meski berentak rancak, berjaya membuatkan saya mengalami goosebumps. Kenapa? Jom kita tengok lirik lagu tersebut:

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Pernah dengar tak hadith Rasulullah s.a.w tentang umat Islam yang terpecah kepada 73 golongan, dan daripada kesemua ini hanya satu golongan yang terselamat dari neraka iaitu golongan (jemaah) yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sahabatnya (lihat Sunan Abu Daud no 4429)

Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak? Hmm...

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Rangkap ini diekstrak daripada syair Parsi - Musyawarah Burung (Mantiq Al-Tayr) tulisan Farid ud-Din Attar. Dalam syair tersebut, beribu-ribu burung terbang untuk mencari raja mereka, Simurgh. Daripada beribu-ribu burung tadi, hanya tiga puluh yang berjaya. Kejayaan mereka membolehkan mereka sampai kepada tahap mengenali sang raja. Bukan mudah untuk sampai ke tahap tersebut kerana mereka perlu menghadapi 7 lembah. Sebenarnya, advencer burung-burung ini adalah perjalanan penulis syair tersebut dalam mencari makna dan hakikat hidup. Untuk maklumat lanjut, boleh klik sini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tuga, boleh tak kita nak kata kat dia", "Oohhh nanti dulu!"?

Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Dua rangkap yang atas tu jelas dan terang, menyuruh kitaberfikir antara melihat dari mata burung, open minds dan berpandangan jauh atau sekadar mahu melihat seperti katak di bawah tempurung. Hanya melihat tempurung dan diri sendiri. Itupun kalau ada cahaya. Kalau tak ada? Gelap gelitalah jawabnya. Maka, pilihlah dengan akal dan iman yang dianugerahkan.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Mula-mula saya kurang faham dengan rangkap ini. Tetapi akhirnya menemui satu blog. Penulis blog menyatakan bahawa,
"Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah... Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil... Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna... Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai... Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kuta berada DI SINI!"

Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Boleh tak merayu di saat akhir kehidupan. Waktu itu baru nak bertaubat, baru nak merayu, baru nak bersaksi dengan kalimah kebenaran (syahadah)? Sempat tak?

"Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerna dia yang terbangkan ku ke mari"

Yang ni, kena baca Musyawarah Burung. Boleh baca di sini. Oleh kerana burung hud-hud yang mendakwa tentang kewujudan raja si Muraq dan menerbangkan kawanan burung ke tempat yang dituju, maka kena tanya pada dia lah tentang semua persoalan yang timbul dalam lirik ini.

Hm, amacam? ada rasa gementar tak? Semoga kita juga berjaya temui hakikat kehidupan. Berjaya mengenal Pencipta sekaligus mengenali diri sendiri. InsyaAllah.

Wallahu'alam.

Sunday, April 18, 2010

The Other I

Baru-baru ini dalam satu temu bual dengan sebuah stesen radio swasta, Faizal Tahir telah memperkatakan tentang kewujudan alter ego yang membuatkan personalitinya berubah, berbeza antara Faizal Tahir di atas pentas dengan Faizal Tahir secara peribadi. Alter ego ini juga digunakan sebaik mungin untuk beliau beraksi dengan lincah sedangkan diri sebenar beliau adalah seorang yang pendiam.

Alter ego atau "the other I" dalam bahasa Latin membawa maksud persona ke dua yang terdapat dalam diri seseorang. Dikatakan juga bahawa orang yang memiliki alter ego ini mempunyai dua kehidupan, yang biasanya mempunyai sifat yang agak kontra. Contoh yang paling mudah adalah Clark Kent yang mempunyai Superman sebagai alter egonya.


Biasanya alter ego ini amat berguna untuk membolehkan seseorang itu relevan dengan persekitarannya, membolehkan ia berfungsi sebaik mungkin. Ambil saja contoh Spiderman yang merupakan alter ego kepada Peter Parker. Parker adalah orang biasa yang tiada sebarang keistimewaan. Tidak menonjol malah sering pula dipandang rendah. Namun apabila alter egonya mengambil alih, Parker sebagai Spiderman mendapat perhatian, menonjol, malah dianggap sebagai hero.


Meskipun begitu, alter ego ini tidak diklasifikasikan sebagai Multiple Personality Disorder (MPD). Ini kerana alter ego dicipta oleh diri seseorang itu sendiri secara sedar manakala MPD pula biasanya terlahir di luar sedar, akibat trauma atau kisah silam yang terpendam dalam pemikiran seserang.

Namun begitu, adakah kewujudan alter ego dalam diri seseorang merupakan satu kepura-puraan yang juga melahirkan sifat hipokrit? Apakah personaliti yang ditampilkan untuk membolehkan seseorang itu menyerlah dalam institusi masyarakat diklasifikasikan sebagai munafik?

Dalam kehidupan biasa, alter ego digunakan bagi membolehkan seseorang itu bergaul dan bertindak seperti orang kebanyakan. Sebagai contoh, orang yang pendiam mahupun pemendam sering tampil di khalayak dalam keadaan ceria. Namun begitu, jika difikirkan kembali, yang mana satukah alter ego dan yang mana satu personaliti sebenar? Mahu atau tidak, perlu diakui bahawa alter ego bukanlah satu kepura-puraan. Ia adalah sebahagian daripada diri seorang manusia malah punya kelebihan yang boleh membawa manfaat yang lebih besar.

ps: alter ego saya semakin menguasai diri dan saya tidak sukakannya!


Tuesday, March 02, 2010

Little sister of mine


Dia suka buat suara kartun setiap kali menjawab panggilan saya. Dia tak pernah tolak permintaan saya bila saya minta dia urutkan tangan dan kaki saya yang selalu kebas bila bercuti di rumah. Dia jarang melawan cakap saya, taat dan mendengar kata. Dia cantik dan menawan. Dia sopan, menjaga aurat, menjaga solat lima waktunya. Dia bijak, sentiasa skor dalam peperiksaannya. Dia adik saya.

Wan Nurhazrina Wan Hasan. Namanya dipilih oleh ibu sebagai Wan Norhazrin. Tapi saya berkeras pada ayah yang mengisi borang daftar kelahiran untuk mengejanya sebagai Wan Nurhazrina. Alasannya, Nur lebih baik daripada Nor. Dan A dihujung nama supaya nama saya dan nama adik ini akan sekata. Dia satu-satunya anak dalam keluarga Wan Hasan yang lahir di Selangor, tadika di Selangor, bersekolah di Selangor. Dia anak selangor jati. Tapi rasanya bukan penyokong Selangor.

Lahir pada 3 Mac 1996, waktu itu saya sudah darjah 4. Saya ingat lagi, waktu itu waktu isyak. Ibu saya menjerit dari dalam kamar kecil. Ayah sedang berjemaah di surau tak jauh dari rumah kami. Saya tinggalkan ibu dengan adik lelaki di rumah, berlari pantas ke surau untuk memanggil ayah. Ayah sedang solat. Menunggu seketika di beranda surau. Selesai imam memberi salam, saya panggil ayah. Saya khabarkan padanya, ibu mahu bersalin. Ayah memimpin tangan saya. Berlari menuju ke rumah. Ayah pimpin ibu masuk ke dalam kereta. Ayah pandu dengan laju, tetapi cermat menuju ke Hospital Ampang Puteri, hospital yang terdekat dengan rumah kami waktu itu.

Misi berikan ibu kerusi roda. Ayah hubungi Wak Rahman, jiran kami yang pernah mengasuh saya dan abang ketika saya masih tadika. Wak ambil saya dan adik lelaki untuk dibawa pulang ke rumah. Malam itu, adik lelaki yang berumur 3 tahun tidur bersama saya. Ayah menemani ibu di wad. Bayi dalam kandungan ibu tidak mahu keluar sedangkan ibu sudah kesakitan.

Dia membesar dengan penuh kasih sayang. Dia bayi yang cantik. Manja, sangat manja. Dia bagaikan mengetahui dirinya akan menjadi anak bongsu. Saya tak dapat nafikan, saya selalu mencemburui dirinya dulu. Perhatian ayah dan ibu tertumpah padanya. Abang jauh waktu itu. Kami berpindah ke Rawang dan abang bersekolah asrama di Kajang. Akibatnya, saya tidak rapat dengan keluarga. Saya merasakan ayah dan ibu hanya mengasihi adik-adik, dan saya tiada tempat dalam keluarga itu.

Keadaan berubah saat saya menjejakkan kaki ke Matrikulasi. Saya ingat lagi pada hari saya harus pergi. Saya ucapkan selamat tinggal pada adik. Saya katakan padanya, selepas ini tiada lagi orang untuk dijadikan temannya berkelahi. Dia menangis. Dan saat itu saya sedar, betapa saya kasih amat pada dirinya.


Hari ini dia sudah menjadi gadis remaja. Selamat hari lahir, adik. Kakak doakan agar adik menjadi gadis solehah, yang bijak, yang santun, anak yang baik, yang selalu berbakti untuk mama dan abah.