Showing posts with label dendangan jiwa. Show all posts
Showing posts with label dendangan jiwa. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Perang

Saya sedang berperang dengan diri sendiri. Akal sedang berperang dengan hati. Mata sedang berperang dengan telinga. Jiwa sedang berperang dengan iman. Jasad sedang berperang dengan rohani. Cinta sedang berperang dengan benci. Bidalan Melayu ada berkata, bersatu teguh bercerai roboh. Nak bagi berdamai semula, pasang lagu M.Nasir sekejap. Lama dah tak dengar puisi-puisi Sifu. Sesekali mendamaikan seorang wanneeza dengan lagu puisi yang abstrak. Mendamaikan dan menaikkan semangat kembali. Yah! Akal, hati, mata, telinga, jiwa, iman, jasad dan rohani, mari berdamai. Kita mahu berperang dengan peperangan yang lebih hebat lagi nanti! Ayuh!


Bila Rumi Menari
Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan

Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi

Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta

Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

Sayang... pada mereka yang tak mengerti
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi

ps: nak bertemu impian memang tak percuma. mesti ada cinta yang perlu dikorbankan. biasalah.

Monday, December 31, 2012

Post akhir tahun

Assalamualaikum

Alhamdulillah, dah lebih sebulan kita merasa hidup dalam tahun 1434 Hijrah (17 Safar). Dan hari ini kita dah berada pada hari terakhir untuk tahun Masihi. Sekejapnya masa berlalu kan. Sampai ada pepatah Arab kata, "Masa itu seperti pedang, jika kamu tidak memotongnya nescaya ia akan memotong kamu." Oh ~ tiba-tiba rasa macam kena penggal je.

2012 terasa macam satu mimpi. Mimpi ngeri yang buat tidur jadi tak berapa nak nyenyak. Mimpi ngeri yang buat pagi terasa lelah dan tidak damai. Tapi anehnya, mimpi-mimpi ngeri itu tak menakutkan. Begitulah perasaan saya tentang 2012. Mungkin sebab Allah dah beri kekuatan dan keberanian untuk berdepan dengan mimpi-mimpi yang tak best tu. Mungkin juga sebab semuanya datang bertubi-tubi. Sampai dah tak rasa apa-apa. Kata pepatah Melayu, "Alah bisa tegal biasa". Tapi kan, kadang-kadang rasa juga penat tu. Penat sampai rasa mahu jadi batu atau pokok atau apa-apa aja yang tak memerlukan berfikir. Tapi Alhamdulillah, Allah jadikan saya (dan kita semua) sebagai manusia yang penuh dengan peluang dan kesempatan untuk pilih bagaimana kita mahu hidup.

2013, rasa letih dan teruja berbaur dan bertingkah. Saya tinggalkan 2012 ini dengan pesanan buat diri sendiri - menjadi seorang Muslim adalah pilihan saya dan tak ada apa lagi yang saya mahu jadi. Alhamdulillah, terima kasih Allah.

 
Alhamdulillah - Dawud Wharnsby Ali

I'm just a rock, and everyday I sit and watch the sky
I sleep here in the sun and rain, and do not question why
I don't want to be a bird, 'cause as rocks we're never meant to fly
But you can sit and rest on me when you pass by
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a rock
And that is all Allah asks of me
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a Muslim
And there's nothing else I'd rather be

I'm just a tree and this is the only life I'll ever know
I'll bow my bows and worship whenever I feel the wind blow
And my purpose in life is to grow and Allah says grow
And be a home for the birds and shade for folks below
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a tree
And that is all Allah asks of me
Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a Muslim
And there's nothing else I'd rather be

I'm just a person and my life is full of opportunity
I can travel through the world, over land and over sea
But will I choose the path of Truth, or a path to misguide me?
Sometimes I wish I had a simple life, just like a rock or a tree
But Alhamdulillah - Alhamdulillah I'm a person
And Allah has given me a choice that's free

So, Alhamdulillah - I choose to be a Muslim
And there's nothing else I'd rather be
No, there's nothing else I'd rather be

Friday, November 02, 2012

Berjalan Tanpa Henti

Bagaikan jauh jalan yang kutempuh
Langkah demi langkah akan kugagah
Hari demi hari berjalan tanpa henti
Yakinku ada sinar yang menentu
Kalau dah bertemu arah
Yakin penuh pasrah
PadaNya Yang Kuasa dikau berserah
Jika kau rebah jika kau kalah
Bersaksilah rahmatNya akan terserlah
Segala kepahitan segala keperitan
Terima bagai penghapus dosa
Malang yang menimpa duka yang melara
Mungkin di baliknya ada bahagia
Jangan jangan berputus asa
Dari rahmat Yang Maha Esa
Jangan jangan kita lupa
Ujian lumrahnya dunia 

-song by Devotees-

Friday, October 05, 2012

Ama Zilna?


Approaching God with our hearts
No fear nor grief for whom He guides
His rope is strong and will never waver
His provision is there for all who are in need
In every place, at every time
Above you is The Glorious Caretaking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves you and will never forget you
Do we know our Lord?
Do we see our Lord’s blessings?
Do we know our Lord?
Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are
In His Dominion we exist for as long as He wills
And we call upon His bounty through prayer
And seek His favors through hope
For He is our refuge when difficulty strengthens its hold
In every place, at every time
Above you is a Gloriouscare Taking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves and will never forget you
Do we know our Lord? Do we see our Lord’s blessings?
Do we know our Lord? Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are
My heart is Allah’s, My soul is Allah’s
My wealth is Allah’s

song by Bennami

Sunday, September 16, 2012

Kembara


Bergeladak bila sang kota raya
Subuh hingga senja kita berkerja
Abaikan suara yang terlepas di telinga
Kedua belah bahu kita ada penulisnya

Ini doa ayah, katanya lekas pulang
Andai kita rebah pasti masih ada ruang
Kembara kita masih jauh
Berselindung dosa ku tempuh
Kembara kita masih jauh
Berselindung dosa ku tempuh

song by HUJAN


ps: sesak dan lemas

Monday, May 21, 2012

Trials Of Life

My life is not the same 
When I’m too concerned by what they say 
Why should I? When I have you 
To doubt you would be the worst mistake 

Deep inside I know 
That amidst all the darkness 
And everything, which makes no sense

I know that you exist 
You are the light 
That guides me through my darkest nights 
That shows me right from wrong in life 
In a world that often lies 
Cause I don’t need anyone 
Nor anything in life 
But You 

No I don’t need anyone 
To show me my way 
No I don’t need anyone 
But You 

Trials of life upon me 
Are more precious than diamonds and gold 
Tested with fire I may be 
But I know I’ll come out stronger in this world 

I only want the things 
You know is best for me 
I’d gladly sacrifice 
If that’s what you decree 
I would break and 
Mourn in eternity 
Perish into the sea 
If that’s what you want for me

song by Sami Yusuf

Wednesday, April 18, 2012

Yang Cerdik dan Solehah

Semasa dalam perjalanan pulang dari Parapat menuju ke Medan tempoh hari, saya diminta untuk mengulas tentang lagu 'Isteri Solehah' oleh Saff-One. Saya biasa dengan lagu tersebut tapi bila bercampur dengan gemuruh sebab kena bercakap depan ramai orang secara mengejut, terus jadi blank. Sebaris lirik pun tak muncul dalam kepala saya untuk dianalisis. Okay. Saya analisis lagu tu di sini saja lah ya.

Isteri solehah – saff one

Isteri cerdik yang solehah
Penyejuk mata, penawar hati, penajam fikiran
Di rumah dia isteri, di jalanan kawan
Di waktu kita buntu, dia penunjuk jalan

Bukan sebarang solehah, isteri dambaan (wah!) dalam lagu ini seorang yang cerdik. Memandangkan 'cerdik' disebut terlebih dahulu, wanita ini mungkin seorang yang cerdik semasa suntinya. Selepas menjadi isteri, barulah menjadi isteri yang solehah (kalau tak, wanita solehah je lah).

Disebabkan dia solehah, dia bersedia menghias dirinya untuk suami dan melayan suami suka dan duka. Disebabkan dia cerdik, dia menjadi penajam fikiran buat suaminya. Di rumah, dia bersedia menjalan tanggungjawabnya sebagai isteri. Dan bila di luar (jalanan), dia bersedia menemani suaminya. Bukan sekadar teman saja-saja, tapi teman dalam berjuang (ini guru saya yang bagi tahu). Maknanya, si isteri turut sama berjuang. Macam isteri Rasulullah SAW dan sahabat dulu. Bila keluar berjihad, ada antara isteri yang ikut serta. Ada yang merawat para mujahidin, ada yang menyediakan makan dan minum. Malah ada yang turut mengangkat pedang. Bukannya merungut dan marah-marah pada suami bila suami pulang lewat dari tempat kerja atau keluar berdakwah. Bukannya suami keluar berfoya-foya dan membuat maksiat kan.

Pandangan kita diperteguhkan
Menjadikan kita tetap pendirian
Ilmu yang diberi dapat disimpan
Kita lupa, dia mengingatkan

Pandangan dalam rangkap ini boleh jadi ada dua maksud. 1. Penglihatan; 2. Pendapat/fikiran. Kalau maksudnya penglihatan, mungkin sang suami diperteguhkan kerana kesudian isteri solehah tadi untuk berhias sebaik mungkin di hadapan suaminya. Memandangkan isterinya sendiri pun sudah secantik bidadari di dunia, buat apa lagi nak memandang perempuan lain di luar kan?

Tapi saya lebih cenderung kepada maksud kedua iaitu pendapat atau fikiran. Sejak awal lagi CERDIK ditekankan sebagai kata kunci yang sangat penting dalam lagu ini. Isteri yang cerdik ini mampu memberi pendapat dan buah fikiran kepada suaminya, sekali gus membolehkan pandangan sang suami tadi dikukuhkan. Ini berkait dengan baris seterusnya. Isteri yang cerdik ini mudah faham dan mudah mengingat ilmu yang diajarkan kepadanya.

Nasihat kita dijadikan pakaian
Silap kita, dia betulkan
Penghibur di waktu kesunyian
Terasa ramai bila bersamanya

Tapi, cerdik saja tidak solehah pun tak boleh juga. Sebab, cerdik itu mungkin boleh membuatkan kita sombong dan ego. Orang ego kan tak boleh dinasihat dan di tegur. Isteri yang solehah boleh menerima nasihat suaminya. Pakaian di sini mungkin bermaksud sebagai penutup kekurangan dirinya. Contohnya, sang suami menegur masakan isteri termasin. Isteri yang solehah tak kan merajuk tetapi sebaliknya memperbaiki masakannya. Kalau tak pandai masak, belajar memasak dengan orang yang pandai. Bukan mogok tak mahu masak. Ini contoh je ye.

Memandangkan isteri ini cerdik dan solehah, dia tahu membezakan mana yang benar dan yang salah. Jadi kalau suaminya tersilap, dia tahu perbuatan itu silap dan dia tahu cara untuk memperbetulkannya. Adanya isteri cerdik dan solehah ini juga sang suami tidak merasa sunyi. Terasa ramai boleh juga membawa maksud terasa meriah, gembira dan senang hati. Tapi bukanlah maknanya si isteri ini boleh jadi badut atau pelawak di hadapan suaminya. Kan isteri ini cerdik. Jadi mungkin sang suami boleh bertukar-tukar fikiran dan berbincang tentang hal kerja, hal dunia, hal politik dengan isteri. Taklah terbatas setakat hal rumah tangga sahaja.

Dia umpama tongkat si buta
Bila tiada satu kehilangan
Dia ibarat simpanan ilmu
Semoga kekal untuk diwariskan

Dua baris teratas dalam rangkap ini menunjukkan betapa sang suami tadi bergantung pada isterinya. Agak-agak, kalau isteri dia tiba-tiba kena outstation, sang suami cari baju kerja pun tak jumpa kot :) Okay, gurau.

Orang buta, tak bertongkat pun masih boleh jalan kan? Tapi mungkin sedikit sulit berbanding kalau ada tongkat. Tongkat tu untuk mempermudahkan, untuk membantu, untuk melancarkan perjalanan. Begitu jugalah isteri yang cerdik dan solehah. Adanya dia, hidup lebih mudah, lebih lancar dan lebih bermakna.

Memandangkan dia seorang yang cerdik maka ilmu yang ada padanya pun banyak dan dengan mudah pula mewariskan atau mengajarkan anak-anaknya ilmu yang bermanfaat.

“Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia ialah wanita yang solehah.”
(Hadis Riwayat Muslim)


Wah~
Hebat kan isteri yang cerdik dan solehah ini. CERDIK dan SOLEHAH ye. Tak ada salah satu pun tak bagus juga. Tapi realiti hidup sekarang ini, bukan mudah mahu menjadi yang cerdik DAN solehah. Wanita sekarang belajar tinggi-tinggi dan berpangkat tinggi. Bila terbiasa memberi arahan di pejabat maka mungkin terbawa-bawa ke rumah. Jadi kalau tak cukup solehah, mungkin boleh jadi Queen control di rumah.

Contoh terbaik isteri cerdik dan solehah bagi saya ialah Saidatina Khadijah r.a, isteri Rasulullah SAW. Kerana cerdiknya, beliau dapat menguruskan harta warisan keluarganya hingga menjadi wanita hartawan pada zaman jahiliyah sedangkan wanita zaman itu kebanyakannya hanya menjadi pemuas nafsu. Masa Rasulullah menggigil ketakutan selepas menerima wahyu pertama, beliau menyelimutkan Baginda dan menenangkannya. Beliau korbankan hartanya untuk perjuangan Islam.

Banyak lagi lagu-lagu nasyid (dan bukan nasyid) yang menjadikan isteri/muslimah sebagai tema. Tapi tak jumpa pula lagu yang menyatakan ciri-ciri suami soleh. Kalau isteri saja solehah, tak sempurna lah keluarga. Suami juga mesti soleh. Mesti boleh jadi pemimpin (imam) dalam solat dan dalam keluarga.

ps: Untuk kawan-kawan yang baru mendirikan rumah tangga, semoga menjadi isteri solehah. Kalau yang belum jadi isteri siapa-siapa, boleh jadi wanita solehah dulu ya!

Friday, April 06, 2012

Hikmah Kembara

oleh MIRWANA

Di sini kau berdiri berpijak di bumi
menjunjung langit yang luas
Pernahkah kau berfikir
alam penuh rahsia anugerah Yang Maha Esa

Berjalan,bermusafirlah
melihat kebesaran Tuhan yang diciptakan untuk
mereka yang berfikir dan bersyukur di atas nikmat dan kurnianya
nilai harganya,iman dan taqwa bagi hamba yang setia

Tiada beza warna, kulit atau rupa
yang ada hanya insan yang lemah
Dengan satu tujuan mencari keredhaan
dan berbudi di bumi Tuhan

Fikirkanlah.. dimana arah kita
Renungilah.. hikmah kembara
menuju kasih
buktikan cinta kita kepadaNya
ini kembara kita


ps: kurang 12 jam lagi akan berangkat ke Medan, Indonesia. insyaAllah, bermusafir bersama rakan-rakan dan para pensyarah untuk menghadiri seminar dan bengkel. juga sebagai kembara iman

Friday, February 24, 2012

Jumaat dah?


Assalamualaikum!

Wah dah hari Jumaat! Rasa macam sekejap sangat masa berlalu. Pejam celik pejam celik dah nak hujung minggu.

Dalam seminggu, ada dua hari yang menjadi kesukaan saya - hari Isnin dan Jumaat. Hari Isnin, sebab Rasulullah hadir ke muka bumi (dilahirkan) pada hari Isnin dan saya pun lahir pada hari Isnin. Kalau masa sekolah dulu, saya suka sangat hari Isnin sebab boleh pakai kasut yang bersih (maklumlah, baru dibasuh) dan biasanya saya paling bersemangat pergi ke sekolah pada hari Isnin. Excited nak jumpa kawan-kawan setelah dua hari tak berjumpa. Tak ada istilah Monday blues waktu sekolah dulu.

Kalau hari Jumaat pula, paling seronok mestilah sebab masa pembelajaran yang singkat. Yang paling bestnya, cikgu-cikgu pun relax je pada hari Jumaat. Tak garang dan lebih keibuan daripada biasa. Ini yang saya rasalah. Mungkin juga cikgu tu sama saja macam hari-hari lain tapi disebabkan mood saya baik semacam, saya melihat orang lain pun baik juga :)

Tapi rasa bersemangat pada hari Isnin tu makin hilang bila makin dewasa. Kenapa ya?

Okay, tak apalah. Saya cuba tingkatkan semangat Isnin saya. Tapi sekarang ni, saya nak kongsikan satu klip video parody Rebecca Black, It's Friday. Tapi yang ini, versi Islamic dengan judul "It's Jumuah" and it's farrrrr way better than the original one.

Hari ini hari Jumaat, buat para muslimin, selamat menunaikan solat Jumaat dan para muslimat, kita baca Surah al-Kahfi jom!




IT'S JUMUAH - Raef

5AM Waking up for Fajr
Got to make Wudu, got to pray my Sunnah
Got to make Ghusl, got to clip my nails
Looking outside, the sun is rising up in the sky
Everybody's rushing
Got to get down to the masjid
Got to say "Salam!" to the Imam

Sitting in the first Saff (row), chilling in the back Saff (row)
Got to make my mind up... Do what the prophet did!

It's Jumuah! Jumuah!
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to His mercy, mercy
Jumuah! Jumuah!
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to the Ajr
Miswaking!, Miswaking!
Miswaking!, Miswaking!
Pray, Pray , Pray, Pray
Got to read Surat Al-Kahf

12.45 the Imam's on the minbar, talking about something like "Fiqh Az-Zakat"
They're whispering, chatting from the crowd, don't they know that it's haram
I stand up, you stand up, prayer's about to start "Qad, Qaamat es-Salaah"
Foot to foot! shoulder to shoulder! Just don't step on me!

Sitting in the first Saff (row), chilling in the back Saff (row)
Got to make my mind up... Do what the prophet did!

It's Jumuah! Jumuah!
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to his mercy, mercy
Jumuah! Jumuah!
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to the Ajr
Miswaking!, Miswaking! (yeah)
Miswaking!, Miswaking! (oh)
Pray , Pray, Pray , Pray
Got to read Surat Al-Kahf

It's Jumuah Jumuah
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to His mercy, mercy
Jumuah! Jumuah!
Got to make dhikr on Jumuah,
Everybody's looking forward to His mercy

Wednesday, September 14, 2011

Seloka Cak Kun Cak

oleh M. Nasir & S.M. Salim


Satu masa yang telah silam

Tak dapat diambil kembali

Melayu mashyur serata alam
Hidup mewah gagah sekali

Pahlawan kita nama terbilang
Ditakuti ramai perwira

Melawan musuh tak terbilang
Gerak semangat kerana bangsa


Kelekaan jangan dikenang
Lautan duka kelak direnang

Hampir tinggal sehelai benang
Bencana sengaja dipinang


Jika perhati bangsa dagang
Kapak beliung di tangan memegang

Kekayaan hendak diregang
Akhirnya saudagar pangkat dijulang


Disulami syair termashyur
Usahlah berdengkur
Kita yang bertafakur

Yang mana khilaf tegur menegur
La..la…la..la…


Kulitnya bersih, hati pun bersih
Budi yang baik hatinya pengasih

Kulitnya bersih hatipun bersih
Memikul belati tiada memilih

Jadikan bersih hatipun bersih
Berkata bermulut fasih

Jadikan bersih, hatipun bersih

Dialah khazanah pintu terpilih
a.a.aa…aa


Awak yang payah membelah ruyung
Orang bertandang yang beroleh untung
Akhirnya kita tak akan dihitung


foto: Bedar Melayu-dari kulit buku Bedar Sukma Bisu oleh Faisal Tehrani


Tamakkah saya bila membayangkan semenanjung emas tidak pernah di tipu dengan helah Portugis, dipijak oleh Belanda, dijarah oleh Inggeris, di cabul oleh Jepun, di sentuh komunis dan di intai penjajah-penjajah moden?


Selamat Hari Malaysia!

Tuesday, July 12, 2011

Will you hate me?

You smile in the two-way mirror of my eyes
I put on my faith like I wear a disguise
You can’t see my soul
See the life that I live
I show you the mask of the best I can give
I’ve hid here afraid like a child behind
The truth of thoughts that clutter my mind
What if you knew about all that I do?
The things that I think,
The me that is true.

Would you call me a hypocrite?
Call me a liar?
Would you curse out my name?
Would you damn me to fire?
Would you know what to say?
Or would you just walk away?
Afraid the me I’ve tried to hide
Would you closely resemble the truth of you that lies inside?

I’ve been looking for answers since becoming an adult
Not looking for dogma to live like a cult
I’ve been looking to live,
I’ve been living to find
Freedom from cages that limit my mind

Would you call me a hypocrite?
Call me a liar?
Would you curse out my name?
Would you damn me to fire?
Would you know what to say?
Or would you just walk away?
Afraid the me I’ve tried to hide
Would you closely resemble the truth of you that lies inside?

Will I scare you, frustrate you, upset you, irate you?
Challenge a lifestyle or weaken your trust
Or will you see my efforts and my passionate sincerity
Would you see just a little of yourself in me
Will you take off your mask so we can both be free

Would you call me a hypocrite?
Call me a liar?
Would you curse out my name?
Would you damn me to fire?
Would you know what to say?
Or would you just walk away?
Afraid the me I’ve tried to hide
Would you closely resemble the truth of you that lies inside?

by Dawud Wharnsby Ali

Saturday, February 12, 2011

Allah Knows..

When you feel all alone in this world
And there's nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

No matter what, inside or out
There's one thing of which there's no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows

Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows

Zain Bikha & Dawud Wharnsby Ali



al-Fatihah untuk Arwah Tok Teh Harun, datuk saudara yang tak tumpah seperti datuk sendiri. Semoga rohnya ditempatkan bersama-sama mereka yang beriman dan dicintai Allah

Thursday, December 09, 2010

Bertanya kepada Hud-hud

Imej oleh Arconic

Ini kali ketiga saya post kan entri "Tanya Sama Itu Hud-hud" dalam blog ini. Beberapa minggu lalu saya menerima mesej dari sesorang yang bertanyakan makna rangkap 'lang mensilang kui mensikui'. Pada entri sebelum ini saya tidak meletakkan makna di sebalik rangkap tersebut. Alhamdulillah, hasil dari perbincangan kami, saya memperoleh maknanya. Namun, perlu sentiasa tahu bahawa ini hanyalah interpretasi peribadi. Tidak semestinya betul, tidak semestinya sama dengan makna sebenar yang difikirkan oleh M. Nasir ketika beliau menuliskan lirik lagu ini. Terima kasih buat Akh Abdelgadir Tageldin kerana perkongsiannya. Terima kasih juga buat semua yang sudi membaca entri Tanya Sama Itu Hud-hud, mempromosikannya dan membincangkannya sehingga pelbagai makna tersirat dapat semakin difahami.

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Pernah dengar tak hadith Rasulullah s.a.w tentang umat Islam yang terpecah kepada 73 golongan, dan daripada kesemua ini hanya satu golongan yang terselamat dari seksaan neraka iaitu golongan (jemaah) yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sahabatnya.
Ketahuilah bahawa orang-orang sebelum kamu daripada Ahli Kitab telah berpecah kepada tujuh puluh dua kumpulan, dan sesungguhnya kumpulan ini (umat Islam) akan berpecah kepada tujuh puluh tiga (kumpulan), tujuh puluh dua daripadanya akan masuk neraka dan hanya satu daripadanya akan masuk syurga, iaitu al-Jamaah. (lihat Sunan Abu Daud no 4429).

Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak?

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Rangkap ini diekstrak daripada syair Parsi - Musyawarah Burung (Mantiq Al-Tayr) tulisan Farid ud-Din Attar. Dalam syair tersebut, beribu-ribu burung terbang untuk mencari raja mereka, Simurgh. Daripada beribu-ribu burung tadi, hanya tiga puluh yang berjaya. Simurgh juga bermaksud 30 (سی = tigapuluh, مرغ = burung. Tetapi kalau cari makna simurgh سیمرغ, maknanya pheonix).

Kejayaan mereka membolehkan mereka sampai kepada tahap mengenali sang raja. Bukan mudah untuk sampai ke tahap tersebut kerana mereka perlu menghadapi 7 lembah. Sebenarnya, advencer burung-burung ini adalah perjalanan penulis syair tersebut dalam mencari makna dan hakikat hidup. Raja yang ditemui adalah diri mereka sendiri. Untuk maklumat lanjut mengenai perjalanan tersebut, boleh klik sini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tugas, boleh tak kita nak kata kat dia, "Oohhh nanti dulu!"?

Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Dua rangkap yang atas tu jelas dan terang, menyuruh kita berfikir antara melihat dari mata burung, with an open mind dan berpandangan jauh atau sekadar mahu melihat seperti katak di bawah tempurung. Hanya melihat tempurung dan diri sendiri. Itupun kalau ada cahaya. Kalau tak ada? Gelap gelitalah jawabnya. Maka, pilihlah dengan akal dan iman yang dianugerahkan.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Mula-mula saya kurang faham dengan rangkap ini. Tetapi akhirnya menemui satu blog. Penulis blog menyatakan bahawa,
"Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah. Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil. Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna. Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai. Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kita berada DI SINI!"

Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.

Satu lagi interpretasi untuk rangkap ini yang saya temui dalam satu forum yang menggunakan entri saya dalam forum tersebut. Menurut forumer tersebut:
It refers to 'ordo ab chao', 'order out of chaos', or 'staged events'. Macam 9/11, nampak macam chaos tapi sebenarnya semua dah pre-plan, untuk attack Iraq/Afghanistan/war against terror.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Boleh tak merayu di saat akhir kehidupan. Waktu itu baru nak bertaubat, baru nak merayu, baru nak bersaksi dengan kalimah kebenaran (syahadah)? Baru nak kata, yang kita bersaksi sebenar-benar Tuhan hanyalah Allah. Sempat tak?

Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan ku ke mari

Interpretasi saya sendiri, rangkap ini membawa maksud burung-burung saling terbang menuju ke destinasi yang ditunjukkan oleh burung hud-hud. Helang dengan cara helang. Kui dengan cara kui. Saya kurang pasti kui ini burung apa tetapi menurut seorang rakan saya, kui ini nama lain untuk burung tekukur (salah satu spesis dove).
Berikut pula adalah interpretasi Akh Abdelgadir mengenai rangkap ini:

It can be translated as "Eagle flying across". And I think M. Nasir adapted the word from "Silang" which means across. It should be interpreted might be as:

Eagle flying across mountains (or hills or obstacle or valleys) and in this sense it might be a direct reference to the "Conference of the Birds story" in Arabic its "Mantiq Ul-Tair" as these birds flew over several valleys to reach the King "Si Muraq"

Apa pun, untuk faham maksud lagu ini kena baca Musyawarah Burung. Boleh baca di sini. Kalau dapat baca naskah penuh tentu sekali lebih bagus. Perlu ingat juga, lirik lagu ini bukanlah seratus peratus mengenai hud-hud dan perjalanannya. Ia juga menyelitkan keadaan dan konflik semasa dan adaptasi peribadi M. Nasir sendiri.

Sejujurnya, saat membaca bait lirik lagu-lagu yang ditulis oleh M. Nasir saya terfikir siapa beliau sebenarnya. M. Nasir dan rakannya, Allahyarham Loloq sering menulis lirik berunsur sejarah dan elemen sufisme.

Apapun, untuk diri saya sendiri, tulisan M. Nasir melalui lirik lagunya berupaya membuatkan saya berfiikir. Mengenai hidup, mengenai diri, mengenai ciptaan-ciptaan Allah. Semoga kita semua berjaya temui hakikat kehidupan. Berjaya mengenal Pencipta sekaligus mengenali diri sendiri. InsyaAllah.

Wallahu'alam.

Monday, November 29, 2010

Ketika Tangan dan Kaki Berkata


Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Ke mana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba...

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina

by Allahyarham Chrisye

Ya Allah, peliharalah aku. Bantulah aku. Menjauh dari dosa. Menjauh dari maksiat. Menghindar dari murka-Mu. Di dunia dan di hari kesaksian kelak.
Ya Allah, hinalah aku tanpa belas dan kasih-Mu.

Friday, October 08, 2010

Jaa mata! (じゃまた。- jumpa lagi)

InsyaAllah, esok saya akan terbang ke Nanggroe Aceh Darussalam, atau Tanah Rencong seperti yang disebut oleh Ramlee Awang Murshid dalam siri Laksamana Sunan. Doakan keselamatan saya dan ahli musafir yang lain ya. InsyaAllah, jika ada umur yang panjang, bersua kita lagi nanti dengan kisah dari sana. Semoga perjalanan kali ini diberkati Allah dan menjadikan saya dan ahli musafir lain lebih baik di sisi Allah berbanding diri kami sebelumnya.

Klik gambar untuk besarkan
Peta dari google maps dan diedit oleh saya menggunakan 'paint'. Maaflah, tangan tak berseni :)

Saya tinggalkan anda dengan lirik lagu selawat nyanyian Opick featuring Flo yang amat saya gemari. Maaf, tidak tahu cara untuk upload lagu ini di sini. Mungkin boleh layari you-tube atau 4shared untuk mendengarnya sendiri.

Sollu ala Muhammad - Opick feat. Flo

Allahumma salli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi salli ‘alaihi wa saliim

Pabila hati hilang cahaya iman
Langkahnya hidup hitam tanpa penerang
Pabila jiwa jauh dari Al-quran
Langkahnya hidup bagai tanpa pedoman

Pabila mulut jauh dari Asma-Nya
Langkahnya hidup bagai hilang berkah-Nya
Pabila dunia tak berlandaskan jiwa
Siap-siap akhirat meninggalkannya

Di bayang-bayang fatamorgana
Berharap hidup khusnul khotimah
Di bayang-bayang fatamorgana
Diri memohon selamatkan hamba

Ya Rabbi Ya Rabbi Ya Rabbi…

Salallah ala Muhammad
Salallah alaihi Wa Salam
Salallah ala Muhammad
Salallah alaihi Wa sallim

Yaa Nabi salaam ‘alaika
Yaa Rasul salaam ‘alaika
Yaa Habiib salam ‘alaika
Salawattullah ‘alaika

Friday, July 30, 2010

"Tanya Sama Itu Hud-hud"

Terima kasih juga buat semua yang sudi membaca entri Tanya Sama Itu Hud-hud, mempromosikannya dan membincangkannya sehingga pelbagai makna tersirat dapat semakin difahami. Untuk ulasan lebih lengkap dan latest, boleh baca di "Bertanya kepada Hud-hud"

Meski lagu ini berentak rancak, ia berjaya membuatkan saya mengalami goosebumps. Kenapa? Jom kita tengok lirik lagu tersebut:

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Pernah dengar tak hadith Rasulullah s.a.w tentang umat Islam yang terpecah kepada 73 golongan, dan daripada kesemua ini hanya satu golongan yang terselamat dari seksaan neraka iaitu golongan (jemaah) yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sahabatnya.
Ketahuilah bahawa orang-orang sebelum kamu daripada Ahli Kitab telah berpecah kepada tujuh puluh dua kumpulan, dan sesungguhnya kumpulan ini (umat Islam) akan berpecah kepada tujuh puluh tiga (kumpulan), tujuh puluh dua daripadanya akan masuk neraka dan hanya satu daripadanya akan masuk syurga, iaitu al-Jamaah. (lihat Sunan Abu Daud no 4429).

Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak?

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Rangkap ini diekstrak daripada syair Parsi - Musyawarah Burung (Mantiq Al-Tayr) tulisan Farid ud-Din Attar. Dalam syair tersebut, beribu-ribu burung terbang untuk mencari raja mereka, Simurgh. Daripada beribu-ribu burung tadi, hanya tiga puluh yang berjaya. Simurgh juga bermaksud 30. Kejayaan mereka membolehkan mereka sampai kepada tahap mengenali sang raja. Bukan mudah untuk sampai ke tahap tersebut kerana mereka perlu menghadapi 7 lembah. Sebenarnya, advencer burung-burung ini adalah perjalanan penulis syair tersebut dalam mencari makna dan hakikat hidup. Raja yang ditemui adalah diri mereka sendiri. Untuk maklumat lanjut mengenai perjalanan tersebut, boleh klik sini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tugas, boleh tak kita nak kata kat dia, "Oohhh nanti dulu!"?

Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Dua rangkap yang atas tu jelas dan terang, menyuruh kita berfikir antara melihat dari mata burung, with an open mind dan berpandangan jauh atau sekadar mahu melihat seperti katak di bawah tempurung. Hanya melihat tempurung dan diri sendiri. Itupun kalau ada cahaya. Kalau tak ada? Gelap gelitalah jawabnya. Maka, pilihlah dengan akal dan iman yang dianugerahkan.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Mula-mula saya kurang faham dengan rangkap ini. Tetapi akhirnya menemui satu blog. Penulis blog menyatakan bahawa,
"Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah. Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil. Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna. Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai. Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kita berada DI SINI!"

Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.

Ooh... Sang Algojo

Ooh... nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Boleh tak merayu di saat akhir kehidupan. Waktu itu baru nak bertaubat, baru nak merayu, baru nak bersaksi dengan kalimah kebenaran (syahadah)? Baru nak kata, yang kita bersaksi sebenar-benar Tuhan hanyalah Allah. Sempat tak?

Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan ku ke mari

Yang ni, kena baca Musyawarah Burung. Boleh baca di sini. Boleh juga baca yang telah saya update sini. Oleh kerana burung hud-hud yang mendakwa bahawa raja si Muraq itu wujuddan menerbangkan kawanan burung ke tempat yang dituju, maka kena tanyapada dia lah tentang semua persoalan yang timbul dalam lirik ini.Musykil lagi? hm..tanya sama itu Hud-hud!

Hm,amacam? ada rasa gementar tak? Semoga kita juga berjaya temui hakikatkehidupan. Berjaya mengenal Pencipta sekaligus mengenali diri sendiri. InsyaAllah.

Wallahu'alam.

Monday, April 26, 2010

Tanya Sama Itu Hud-hud

Tiba-tiba, kebelakangan ini saya ketagihan mendengar lagu-lagu M. Nasir. Muak barangkali dengan lirik mudah melankolis sama ada dalam aliran mainstream di radio mahupun nasyid-nasyid yang berbentuk pop.


Lantas saya mendownload dengan penuh jayanya lagu "Tanya sama itu hud-hud" ciptaan dan nyanyian M. Nasir. Ternyata, lagu tersebut meski berentak rancak, berjaya membuatkan saya mengalami goosebumps. Kenapa? Jom kita tengok lirik lagu tersebut:

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Pernah dengar tak hadith Rasulullah s.a.w tentang umat Islam yang terpecah kepada 73 golongan, dan daripada kesemua ini hanya satu golongan yang terselamat dari neraka iaitu golongan (jemaah) yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sahabatnya (lihat Sunan Abu Daud no 4429)

Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak? Hmm...

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Rangkap ini diekstrak daripada syair Parsi - Musyawarah Burung (Mantiq Al-Tayr) tulisan Farid ud-Din Attar. Dalam syair tersebut, beribu-ribu burung terbang untuk mencari raja mereka, Simurgh. Daripada beribu-ribu burung tadi, hanya tiga puluh yang berjaya. Kejayaan mereka membolehkan mereka sampai kepada tahap mengenali sang raja. Bukan mudah untuk sampai ke tahap tersebut kerana mereka perlu menghadapi 7 lembah. Sebenarnya, advencer burung-burung ini adalah perjalanan penulis syair tersebut dalam mencari makna dan hakikat hidup. Untuk maklumat lanjut, boleh klik sini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tuga, boleh tak kita nak kata kat dia", "Oohhh nanti dulu!"?

Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Dua rangkap yang atas tu jelas dan terang, menyuruh kitaberfikir antara melihat dari mata burung, open minds dan berpandangan jauh atau sekadar mahu melihat seperti katak di bawah tempurung. Hanya melihat tempurung dan diri sendiri. Itupun kalau ada cahaya. Kalau tak ada? Gelap gelitalah jawabnya. Maka, pilihlah dengan akal dan iman yang dianugerahkan.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Mula-mula saya kurang faham dengan rangkap ini. Tetapi akhirnya menemui satu blog. Penulis blog menyatakan bahawa,
"Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah... Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil... Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna... Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai... Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kuta berada DI SINI!"

Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Boleh tak merayu di saat akhir kehidupan. Waktu itu baru nak bertaubat, baru nak merayu, baru nak bersaksi dengan kalimah kebenaran (syahadah)? Sempat tak?

"Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerna dia yang terbangkan ku ke mari"

Yang ni, kena baca Musyawarah Burung. Boleh baca di sini. Oleh kerana burung hud-hud yang mendakwa tentang kewujudan raja si Muraq dan menerbangkan kawanan burung ke tempat yang dituju, maka kena tanya pada dia lah tentang semua persoalan yang timbul dalam lirik ini.

Hm, amacam? ada rasa gementar tak? Semoga kita juga berjaya temui hakikat kehidupan. Berjaya mengenal Pencipta sekaligus mengenali diri sendiri. InsyaAllah.

Wallahu'alam.

Wednesday, March 31, 2010

Allah Knows


When you feel all alone in this world
And there's nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

No matter what, inside or out
There's one thing of which there's no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows

Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows

song by Zain Bhikha