Thursday, March 21, 2013

Cukuplah Allah

2:277

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan solat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [Al-Baqarah, 2:277]

5:69

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [Al-Maidah, 5:69]

6:48

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. [Al-Anam, 6:48]

4:81

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. [An-Nisa', 4:81]

Terima kasih, Guru.

Tuesday, February 05, 2013

Gelemat



Kelam
Lautan gelita terbentang luas
Ada bintang berbaris tiga
Tegak menyusur pusat sembahan
Kelam
Celik dalam kegelapan
Indah dalam hitam yang pekat
Tunduk dalam kemegahan
Kelam
Kau terasa dekat
Cinta terasa mekar
Harum memenuhi tenggorokan
Kelam
Hati terasa penuh
Pundak terasa ringan
Belikat terasa lapang
Sulbi terasa teguh
Kelam...
Damai memenuhi ku
Dalam pelukan agung.

Haniza Hasan
12.00 p.m
Pondok Ilmu

Wednesday, January 30, 2013

Perang

Saya sedang berperang dengan diri sendiri. Akal sedang berperang dengan hati. Mata sedang berperang dengan telinga. Jiwa sedang berperang dengan iman. Jasad sedang berperang dengan rohani. Cinta sedang berperang dengan benci. Bidalan Melayu ada berkata, bersatu teguh bercerai roboh. Nak bagi berdamai semula, pasang lagu M.Nasir sekejap. Lama dah tak dengar puisi-puisi Sifu. Sesekali mendamaikan seorang wanneeza dengan lagu puisi yang abstrak. Mendamaikan dan menaikkan semangat kembali. Yah! Akal, hati, mata, telinga, jiwa, iman, jasad dan rohani, mari berdamai. Kita mahu berperang dengan peperangan yang lebih hebat lagi nanti! Ayuh!


Bila Rumi Menari
Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan

Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi

Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta

Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

Sayang... pada mereka yang tak mengerti
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi

ps: nak bertemu impian memang tak percuma. mesti ada cinta yang perlu dikorbankan. biasalah.

Wednesday, January 23, 2013

Belajarlah

"Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh" 
[al-Baqarah, 2:67]

Friday, January 18, 2013

Calling Names

Zaman kanak-kanak Ribena dulu, saya selalu dipanggil dengan pelbagai gelaran yang saya tak suka. Tok Wan lah, haiWan lah Wan-two-three lah caWan lah aWan lah. Pendek kata, macam-macam la nama panggilan saya. Dan panggilan-panggilan ini tidak terhenti setakat sekolah rendah tapi berlanjutan sampai ke zaman matrikulasi. Akibatnya, saya benci sungguh-sungguh pada nama "Wan" yang ada pada pangkal nama saya. Pernah satu ketika, saya tanyakan pada ayah saya kenapa perlu letak nama "Wan" pada nama saya? Ayah saya senyum dan yakin kan saya bahawa nama saya nama yang bagus (walaupun maknanya tak berapa nak jelas). Kata ayah lagi, nama saya "Wan" sebab saya cucu kepada arwah Atok.

Gelar-menggelar memang biasa dalam masyarakat kita. Ada yang suka menggelar dengan nama seperti yang terjadi pada saya. Ada juga yang suka menggelar pada sifat fizikal. Contohnya, panggil Mok sebab gemuk. Panjang sebab tinggi. Kecik/Ketot sebab rendah. Tapi ada juga yang saja-saja nak panggil orang dengan gelaran tanpa alasan. Macam Makcik, Bibik, Nenek. Malah ada juga yang memanggil dengan nama-nama haiwan. Kambing, Ayam, B*b* dan macam-macam nama lagi.


Salah ke memanggil dengan nama gelaran? Tak salah, kalau tuan empunya badan suka. Contohnya, gelaran Abu Hurairah yang membawa maksud Bapa Kucing pada sahabat Rasulullah SAW, `Abd al-Rahman ibn Sakhr Al-Azdi. Abu Hurairah mendapat gelaran tersebut kerana kecintaannya kepada kucing. Kalau nak tahu lebih lanjut kisah Abu Hurairah, boleh klik sini

Maknanya, tak salah lah kan nak memanggil orang dengan gelaran. Tapi ada syaratnya. Si penerima gelaran atau tuan empunya badan suka dengan gelaran tersebut. Kalau dia kata tak suka atau melarang kita memanggil dengan gelaran tu, jangan lah diteruskan. Walaupun cara dia menyatakan ketidaksukaan itu tak nampak macam marah pun, tapi kalau dia kata "Jangan panggil aku sekian-sekian", maka kita sama sekali tidak berhak, tidak boleh malah haram memanggilnya dengan panggilan itu.

Allah SWT mengeji orang yang memanggil orang lain dengan panggilan yang buruk. Firman Allah:
"..Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelaran yang buruk..." 
[Al-Hujurat 49: 11]

Besar kesannya memanggil orang dengan gelaran atau panggilan yang tidak disukai ini. Tapi yang paling jelas, persahabatan dan silaturrahim akan rosak. Orang yang memanggil mungkin rasa yang dipanggil itu emosional tapi cuba fikir kalau diri sendiri yang dipanggil dengan panggilan-panggilan yang dibenci. Rasa macam kena ejek dan terhina tau! Jadi kawan-kawan, lepas ni, panggillah rakan-rakan kita dan orang sekeliling kita dengan panggilan yang baik dan disukai ya! Tak usah lah menggelar yang pelik dan jelik.  Okay!

ps: ada kawan sekolah rendah dulu dipanggil Ketam sebab nama ayahnya Rostam, Penguin sebab namanya Mazwin